Tips Agar Jualan Makin Cuan Saat Ramadan

Tak terasa Ramadan tinggal menghitung hari. Memasuki perayaan bulan yang suci itu, biasanya muncul geliat-geliat ekonomi yang bertumbuh.

Bagi para Sahabat pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM), momen Ramadan tak boleh dilewatkan karena dapat menjadi kesempatan untuk mendapatkan keuntungan yang lebih.

Kira-kira apa saja hal yang perlu disiapkan dan diperhatikan agar jualan makin cuan saat Ramadan?
Yuk, simak tipsnya berikut ini.

Cek Tren Produk yang Laris
Mencari tahu produk yang tengah laris di pasaran menjadi kunci agar UMKM dapat meningkatkan penjualannya di tengah momen bulan puasa.
Bagi pelaku Sahabat UMKM yang berjualan di platform e-commerce, dapat memanfaatkan fitur yang disediakan oleh masing-masing platform untuk melihat kata kunci yang sering digunakan pembeli hingga inspirasi tren produk.

Percantik Toko dengan Nuansa Ramadan
Baik berjualan daring maupun langsung, mempercantik toko adalah hal yang bisa dilakukan dalam menarik perhatian calon pelanggan untuk membeli produk.

Bagi pelaku UMKM yang memanfaatkan platform e-commerce juga bisa meningkatkan performa toko dengan menambahkan dekorasi bernuansa Ramadan pada halaman profil sehingga dapat membantu Sahabat untuk mempercantik toko online.

Beri Promo Gratis Ongkir
Promo bebas ongkos kirim (ongkir) dapat meningkatkan penjualan bahkan dapat menjangkau lebih banyak pembeli antar pulau. Apalagi di tengah bulan Ramadan ketika tren untuk kategori kebutuhan konsumsi sehari-sehari penjualannya cukup mengalami peningkatan.

Manfaatkan Media Sosial untuk Promosi
Promosi melalui media sosial juga dapat meningkatkan penjualan UMKM di tengah Ramadan. Pemberian promo yang diumumkan melalui media sosial dapat menarik minat pembeli untuk melakukan transaksi.

Meskipun hanya sebulan, bisnis selama Ramadan memiliki potensi keuntungan yang sangat menjanjikan karena daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat secara umum meningkat. Oleh sebab itu, Sahabat bisa memanfaatkan dengan baik momen Ramadan tahun ini untuk berbisnis.

Kuncinya, Sahabat harus berusaha melakukannya dengan sungguh-sungguh dan memiliki strategi bisnis yang tepat supaya hasilnya maksimal.

Perkuat Komitmen untuk Dukung Usaha Mikro, Sahabat UMKM Jalin Kerja Sama dengan Anteraja, Doku, dan HIPPI

Komunitas Sahabat UMKM resmi menandatangani tiga Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Anteraja, Doku, dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI).

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan untuk memperkuat kerja sama dengan stakeholder dalam rangka memperluas akses serta meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kerja sama Sahabat UMKM dengan PT Tria Adi Bersama (Anteraja), salah satu anak perusahaan Triputra Group yang telah beroperasi sejak 2019 ini, rencananya akan dilaksanakan dalam bentuk program pelatihan pelaku usaha, kerja sama e-fulfillment service untuk anggota Sahabat UMKM melalui afiliasinya, kerja sama pengiriman ekspor, serta fasilitasi perbaikan peralatan elektronik melalui Fixaja.

Sementara itu, kolaborasi Sahabat UMKM dengan PT Nusa Satu Inti Artha (Doku) terjalin dalam bentuk kerja sama Pengembangan Bisnis Anggota Sahabat UMKM dan skema komersial kepada tiap anggota Sahabat UMKM yang menggunakan produk Doku.

Adapun kerja sama yang dilakukan dengan HIPPI mencakup pelatihan dan akses pemasaran bagi produk anggota Sahabat UMKM.

Penandatanganan Nota Kesepahaman Sahabat UMKM dengan Anteraja, Doku, dan HIPPI dilakukan secara langsung oleh Ketua Umum Sahabat UMKM, Joanina N. R. saat pembukaan National Roadshow Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2023 di Hall 1 ICE BSD pada Jumat (10/3/2023).

Dalam acara pembukaan, Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Bidang Perekonomian, Edi Priyono mewakili Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan regulasi pemerintah yang berupaya mendorong usaha kecil dan menengah.

“Pemerintah tidak ingin hanya menumbuhkan jumlah wirausaha, tetapi juga menumbuhkan wirausaha produktif yang dapat menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri dan karyawannya,” ujarnya.

Pada penyelenggaraan tahun ke-18 dan kali ke-160 tersebut, IFBC juga memfasilitasi perjanjian kerjasama antara Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dengan Pemerintah Selangor Malaysia.

Mewakili Ketua Umum, Faisal Hasan Basri selaku Sekretaris Jenderal Sahabat UMKM mengatakan, program-program yang telah diinisiasi oleh Komunitas Sahabat UMKM memiliki keterkaitan langsung dengan kondisi permasalahan UMKM saat ini.

Faisal mengatakan jika pelaku UMKM membutuhkan sahabat sebagai pendamping serta dukungan dari seluruh pihak dalam menumbuhkembangkan serta menaikkelaskan usahanya.

“Bagaimanapun, UMKM tidak bisa berjalan sendirian. Dukungan ke pelaku UMKM harus sesegera mungkin diaplikasikan dalam bentuk kerja konkret, seperti yang kami lakukan melalui penandatanganan MoU ini,” pungkasnya.

Usaha Makin Sehat dengan Strategi Pencatatan Keuangan yang Tepat

Pencatatan keuangan dalam menjalankan usaha menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan bisnis. Pasalnya, sumber penghasilan dan pengeluaran dalam menjalankan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan lebih terukur sehingga dapat dievaluasi secara berkala. 

Dosen Akuntansi Keuangan dan Manajemen Keuangan Bina Nusantara University, Yanthi Hutagaol mengatakan, UMKM yang sehat ditentukan dari kondisi keuangannya. 

“UMKM yang sehat itu bisa bertumbuh, kesehatan bisnisnya dilihat dari kondisi keuangannya,” ujar Yanthi dalam acara Kelas Komunitas Sahabat UMKM Temu #2 bertajuk “Ciptakan Kondisi Usaha Jadi Lebih Baik dengan Taktik Pencatatan Keuangan yang Apik” yang diselenggarakan secara daring pada Selasa, (28/2/2023). 

Dosen Akuntansi Keuangan dan Manajemen Keuangan Bina Nusantara University, Ibu Yanthi Hutagaol saat menjadi narasumber dalam Kelas Komunitas Sahabat UMKM Temu #2, Selasa (28/2/2023). (Foto: Dok/Sahabat UMKM)

Yanthi menjelaskan, mencatat transaksi keuangan merupakan salah satu hal yang sangat perlu dikembangkan oleh pelaku UMKM. Pencatatan keuangan dapat menjadi sarana bisnis yang sehat. 

“Intinya tujuan pencatatan transaksi keuangan bagi UMKM, salah satunya menunjukkan potensi pertumbuhan usaha. Tidak saja untuk bertumbuh sehingga bisa meminta dana ke investor, tetapi juga evaluasi diri, misalnya kita menentukan harga udah optimal belum ya?” imbuhnya. 

Dalam Kelas Komunitas kali ini, Yanthi berbagi ilmu pencatatan transaksi keuangan UMKM menggunakan electronic spreadsheet atau yang biasa dikenal dengan program Microsoft Excel

Ada beberapa hal yang diperlukan untuk membuat pencatatan keuangan. Pertama, gadget berupa laptop maupun ponsel pintar. Kedua, disiplin waktu, dan yang paling penting adalah niat yang kuat untuk terus konsisten melakukannya. 

“Mau dua hari sekali, seminggu sekali, harusnya itu didisiplinkan. Lalu yang paling penting, ada niat,” pungkas Yanthi. 

Secara umum, pelaku UMKM perlu menggarisbawahi bahwa harta atau aset adalah apa yang dimiliki untuk melakukan usaha. Ada yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. 

Yanthi pun membeberkan langkah-langkah membuat pencatatan keuangan dengan menggunakan Microsoft Excel.

Langkah pertama, membuka file baru yang masih kosong, kemudian langkah kedua adalah membuat tabel untuk pencatatan transaksi harta, antara lain terdiri dari nomor, tanggal, nominal kas, persediaan, piutang, dan peralatan.

Langkah ketiga, buat tabel pencatatan transaksi hutang dan modal sendiri. Tabel ini terdiri dari nomor, tanggal, nominal hutang dagang, nominal hutang, dan nominal modal sendiri.

Ilustrasi laporan keuangan sederhana.

Kemudian langkah keempat, mengkonversi pencatatan harta, hutang, dan modal sendiri ke dalam laporan neraca. Laporan neraca terdiri dari harta tetap, harta lancar, total harta, kewajiban hutang, total modal, dan total hutang serta modal sendiri. 

“Langkah kelima, membuat tabel pencatatan transaksi penjualan dan pembelian bahan baku, kemudian dikonversi menjadi laporan laba/rugi,” ujar Yanthi. 

Melalui pencatatan keuangan yang konsisten dan terperinci, pelaku UMKM akan memperoleh informasi penting mengenai kondisi keuangan usaha yang sedang dijalankan.

Informasi ini juga membantu perencanaan anggaran yang akurat serta mempersiapkan pajak dan keperluan krusial lainnya.

Berikut ini adalah Template Neraca dan Laporan Laba Rugi yang bisa di-download oleh Sahabat pelaku UMKM untuk membantu memulai pencatatan keuangan usaha.

Tonton ulang beragam materi dari Kelas Komunitas Sahabat UMKM yang telah berlangsung melalui kanal Youtube Sahabat UMKM.