Cerita Pemilik Usaha Bakwan Manfaatkan Media Online untuk Bertahan di Tengah Pandemi

Banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) susah payah menghadapi bisnisnya yang terhambat, bahkan mungkin tak mampu bertahan akibat dampak COVID-19. Salah satu strategi yang dapat dilakukan oleh pelaku UMKM dalam mempertahankan usahanya di masa pandemi ini adalah dengan memanfaatkan peluang di dalam ekosistem digital.

Irfan Arf, pemilik usaha Bakwan Pontianak, merupakan salah satu pelaku UMKM yang mengembangkan usahanya dnegan memanfaatkan media online untuk mempromosikan produknya mulai dari media sosial hingga layanan pesan antar makanan melalui ojek daring.

Usaha Bakwan Pontianak dibangun oleh Irfan sejak Mei 2019 bersama Dwi Agus Prianto dengan tujuan ingin memperkenalkan produk makanan ringan yaitu gorengan bakwan dari Pontianak. Ia menceritakan pada awal membangun usaha ini sangat tidak mudah, salah satunya yaitu mengedukasi dan mempromosikan produk kepada konsumen yang ada di Jabodetabek.

Melalui Bakwan Pontianak, Irfan ingin memperkenalkan produknya dan seberapa penting bakwan Pontianak dapat menjadi salah satu menu makanan ringan bagi masyarakat khususnya di Jabodetabek.

Bakwan Pontianak dibuat atas rasa kecintaan para owner terhadap kota kelahirannya, serta melihat prospek UMKM di Jakarta yang sangat menjanjikan bagi produk yang berasal dari daerah di Indonesia.

Bakwan Pontianak memiliki tiga varian rasa yaitu rasa teri, udang rebon, dan rebon rawit. Kelebihan dari produk ini yaitu menggunakan bahan yang tahan lama, kecuali kucai (sayuran). Irfan menjelaskan, bahan kucai harus disimpan terlebih dahulu kulkas sebelum dan sesudah penjualan. Selain itu bahan yang tahan lama lainnya seperti tepung, udang rebon, minyak goreng, bumbu dapur, dan lainnya.

Produk Bakwan Pontianak disajikan dalam kemasan modern, harga yang terjangkau, serta gerai dengan bentuk semi kontainer mengikuti perkembangan zaman saat ini.

Irfan mengatakan memasuki masa pandemi, penjualan online dan offline mengalami penurunan begitu juga dengan omzet. Namun pada masa pertengahan pandemi, mengalami peningkatan karena produk bakwan Pontianak yang viral di media sosial.

Banyak masyarakat yang penasaran dengan produk bakwan Pontianak setelah mengetahui informasi dari Instagram dan Twitter. Semenjak viral melalui media sosial, produk Bakwan Pontianak semakin banyak diketahui oleh masyarakat dan mampu bertahan hingga saat ini di masa pandemi.

Dengan semakin berkembangnya usaha tersebut, bakwan Pontianak kini sudah mampu menjadi salah satu pilihan produk untuk bisnis pelaku UKM. Salah satunya yaitu, banyak masyarakat yang menawarkan jasa titip (jastip) dengan datang langsung ke gerai.

Jastip tersebut ditujukan untuk pelanggan yang ingin membeli produk bakwan Pontianak, namun takut untuk membeli secara langsung karena adanya pandemi.

Selain memanfaatkan media online dan offline, menurutnya pelaku usaha juga harus berkolaborasi dengan berbagai pihak. Saat ini produk Bakwan Pontianak sedang menjalin kerja sama dengan  berbagai pihak seperti reseller, media influencer, serta youtuber.

Saat ini Bakwan Pontianak telah memiliki beberapa gerai yang tersebar di beberapa area seperti gerai pusat yang berada di Kebon Kacang, lalu di Bintaro, Ciledug, Bogor, dan selanjutnya akan membuka beberapa gerai di Jabodetabek.

Di masa pandemi seperti ini, Irfan berharap usaha Bakwan Pontianak dapat lebih berkembang hingga pasar nasional, serta dapat bertahan lebih lama dan menjadi salah satu UMKM yang sukses di Indonesia.

Unduh Dokumen Pendukung :