Kue Kering, Mesin Penghasil Cuan di Penghujung Tahun

Setiap menjelang akhir tahun, ada dua momen besar yang berlangsung berdekatan, yakni Hari Natal dan pergantian. Ini menjadi kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk melipatgandakan omzet usahanya, salah satunya adalah para pelaku usaha kue kering. Mereka mengaku mendapat peningkatan pemesanan dari bulan biasanya.

Momen Natal biasanya identik dengan  kebersamaan. Dalam kebersamaan tersebut, terasa kurang hangat jika tidak dilengkapi dengan hidangan kue kering yang biasa disuguhkan untuk para tamu. Dengan alasan praktis, banyak masyarakat yang merayakan momen spesial ini dengan membeli kue kering ketimbang membuat sendiri. Selain itu, momen Tahun Baru juga menyumbang permintaan kue kering yang tidak sedikit untuk dijadikan bingkisan hantaran (hampers) di berbagai kalangan untuk diberikan kepada keluarga atau kolega.

Usaha membuat kue ini bisa menjadi peluang bisnis yang mendatangkan profit maksmimal jika dilakukan dengan strategi yang tepat. Seperti pengalaman Reisjafina Arifin, pemilik usaha Diva’s Home Made Cookie di Jakarta yang sudah memulai usahanya sejak tahun 1989.

Kisah awal usaha kue keringnya dimulai dari iseng membuat putri salju dan dijual ke rekan-rekannya di kantor. Respon yang didapatkan ternyata banyak yang menyukai dan membuat Reisjafina tertarik untuk mendalami lebih banyak lagi tentang kue kering.

Keunggulan produk kue kering Diva’s Home Made Cookie adalah penggunaan bahan baku original berkualitas bagus. Bahkan, ada beberapa produk topping yang dibuat sendiri oleh Reisjafina demi meningkatkan cita rasa kue keringnya. Beberapa topping tersebut antara lain adalah selai nanas dan cokelat.

Beberapa varian kue keringnya yang paling laris di pasaran yaitu nastar, kastengel, dan kue kacang. Produk Diva’s Home Made Cookie memiliki jangka waktu 4 bulan untuk dikonsumsi karena tidak menggunakan bahan pengawet.

Promosi penjualan yang dilakukan oleh Reisjafina dari tahun 1989 hingga 2008 adalah menggunakan strategi word of mouth dengan target konsumen area perkantoran dan beberapa kerabatnya. Kemudian hingga saat ini, Reisjafina memasarkan produknya melalui media sosial Facebook, Instagram, dan WhatsApp.

Produk Diva’s Home Made Cookies sudah dikenal oleh konsumen mulai dari wilayah Jabodetabek hingga ke Kalimantan dan Sumatera. Reisjafina juga menggunakan jasa reseller yang sudah menjual produknya hingga keluar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan London. Kebanyakan reseller produknya di luar negeri adalah rekan-rekannya sendiri.

Pada masa pandemi COVID-19, salah satu peserta UMKM Academy by Kimia Farma-Sahabat UMKM ini mengakui usahanya mengalami penurunan dan hanya memproduksi berdasarkan pesanan (made by order) saja karena produk kue kering yang sifatnya musiman (seasonal). Untuk tetap bertahan, Ia melakukan diversifikasi produk dengan berjualan kue basah, snack, frozen food, hingga fudgy brownies.

Ke depannya, Reisjafina fokus untuk mengembangkan usahanya dengan mempertahankan resep dan cita rasa yang tidak berubah sekaligus memperbaiki kualitas produk. Ia juga berharap agar rencana besarnya untuk membuat Diva's Corner, yaitu tempat berupa cafe yang menjual berbagai macam kuliner kue kering yang cozy dan homey, dapat terwujud.

 

 

Unduh Dokumen Pendukung :