Tiga Hal yang Harus Diperhatikan dalam Membangun Brand yang Kuat

Merek atau brand dapat menjadi salah satu patokan ketika konsumen ingin membeli sebuah produk. Dengan kata lain, brand dapat menjadi penentu kelas sebuah produk di pasaran dan menjadi pembeda dengan kompetitor yang ada.

Hal itu diungkapkan oleh Aktivis Brand Lokal, Arto Soebiantoro dalam kegiatan webinar “Inspirasi Wirausaha Mandiri” yang diadakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Komunitas Sahabat UMKM pada Kamis (4/3/21).

Arto mengatakan, dalam membangun sebuah brand memang menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha. Tantangan lainnya yaitu harus terus berinovasi mengembangkan bisnis supaya lebih maju dan besar. Selain itu, pelaku usaha juga perlu mengetahui betul beberapa hal ketika hendak membuat brand produknya agar tidak sia-sia nantinya.

“Brand-brand yang berhasil adalah mereka yang menciptakan karena bisa menjawab masalah yang ada di masyarakat, apa yang mereka perlu dan butuhkan. Sehingga brand yang bisa bertahan adalah mereka yang paham dan tahu kondisi yang diperlukan oleh konsumennya,” ujar Arto.

Ia menilai brand lokal Indonesia memiliki potensi yang kuat untuk maju. Menurutnya, hasil karya brand lokal mempunyai keunikan tersendiri yang tidak dimiliki oleh bangsa lain khususnya di sektor pariwisata. Sehingga sayang sekali kalau peluang tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal.

“Di masa pandemi ini banyak ruang-ruang yang bisa dikembangkan untuk dijadikan peluang. Sekecil apapun peluang itu harus bisa dimanfaatkan dan dihadapi sehingga kita bisa lebih bersyukur juga,” tambahnya.

Arto mengungkapkan bahwa dalam membangun sebuah brand, setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan oleh pelaku usaha. Pertama adalah, harus berani tampil beda. Selain mengurangi tingkat persaingan dengan menciptakan hal yang berbeda, perbedaan tersebut juga akan menjadikan produk Anda mudah dikenali oleh konsumen.

Yang kedua yakni, brand value. Pelaku usaha harus bisa menciptakan brand value yang kuat. Mulai dari target market yang tepat, kualitas produk yang baik, hingga product awareness yang kuat. Semua itu harus dibuat dengan menggunakan konsep yang tepat sesuai dengan usaha yang dibuat karena merupakan jati diri dalam bisnis yang dijalani.

Selanjutnya yang ketiga, berkolaborasi. Di masa pandemi saat ini, bekerja sama merupakan salah satu hal penting untuk membuka akses market yang lebih luas. Melalui kolaborasi dalam bisnis, maka pelaku usaha akan mendapatkan berbagai manfaat seperti menumbuhkan inovasi, membangun network, hingga menyelesaikan masalah. Menurut Arto, dari kolaborasi pelaku usaha juga bisa belajar banyak hal baru sehingga dapat meningkatkan kemampuan usaha dan value yang ada.

Arto menjelaskan bahwa tiga poin tersebut merupakan hal yang penting khususnya bagi pelaku usaha yang baru memulai bisnis. Belum besarnya skala usaha terkadang membuat mereka kurang percaya diri untuk menerapkan tiga hal tersebut. Baginya, menetapkan strategi tersebut sangatlah penting dilakukan sejak awal agar bisnis yang dijalankan sesuai dengan target market yang dituju.

Unduh Dokumen Pendukung :