Komunitas Sahabat UMKM resmi menandatangani tiga Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan Anteraja, Doku, dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI).

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan untuk memperkuat kerja sama dengan stakeholder dalam rangka memperluas akses serta meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kerja sama Sahabat UMKM dengan PT Tria Adi Bersama (Anteraja), salah satu anak perusahaan Triputra Group yang telah beroperasi sejak 2019 ini, rencananya akan dilaksanakan dalam bentuk program pelatihan pelaku usaha, kerja sama e-fulfillment service untuk anggota Sahabat UMKM melalui afiliasinya, kerja sama pengiriman ekspor, serta fasilitasi perbaikan peralatan elektronik melalui Fixaja.

Sementara itu, kolaborasi Sahabat UMKM dengan PT Nusa Satu Inti Artha (Doku) terjalin dalam bentuk kerja sama Pengembangan Bisnis Anggota Sahabat UMKM dan skema komersial kepada tiap anggota Sahabat UMKM yang menggunakan produk Doku.

Adapun kerja sama yang dilakukan dengan HIPPI mencakup pelatihan dan akses pemasaran bagi produk anggota Sahabat UMKM.

Penandatanganan Nota Kesepahaman Sahabat UMKM dengan Anteraja, Doku, dan HIPPI dilakukan secara langsung oleh Ketua Umum Sahabat UMKM, Joanina N. R. saat pembukaan National Roadshow Info Franchise & Business Concept (IFBC) 2023 di Hall 1 ICE BSD pada Jumat (10/3/2023).

Dalam acara pembukaan, Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Bidang Perekonomian, Edi Priyono mewakili Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan regulasi pemerintah yang berupaya mendorong usaha kecil dan menengah.

“Pemerintah tidak ingin hanya menumbuhkan jumlah wirausaha, tetapi juga menumbuhkan wirausaha produktif yang dapat menciptakan lapangan kerja untuk dirinya sendiri dan karyawannya,” ujarnya.

Pada penyelenggaraan tahun ke-18 dan kali ke-160 tersebut, IFBC juga memfasilitasi perjanjian kerjasama antara Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) dengan Pemerintah Selangor Malaysia.

Mewakili Ketua Umum, Faisal Hasan Basri selaku Sekretaris Jenderal Sahabat UMKM mengatakan, program-program yang telah diinisiasi oleh Komunitas Sahabat UMKM memiliki keterkaitan langsung dengan kondisi permasalahan UMKM saat ini.

Faisal mengatakan jika pelaku UMKM membutuhkan sahabat sebagai pendamping serta dukungan dari seluruh pihak dalam menumbuhkembangkan serta menaikkelaskan usahanya.

“Bagaimanapun, UMKM tidak bisa berjalan sendirian. Dukungan ke pelaku UMKM harus sesegera mungkin diaplikasikan dalam bentuk kerja konkret, seperti yang kami lakukan melalui penandatanganan MoU ini,” pungkasnya.

Recommended Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *